Monday, March 10, 2014

Trik Amatir Melakukan HTTP POST Menngunakan Script Python

Tulisan ini akan mengulas trik amatir melakukan form POST menggunakan python script. Latar belakang terinspirasi dari halaman polling online di koran online republika.

http://www.republika.co.id/page/poll/52d66e047bfb8b6424000000

Halaman tersebut menampilkan polling yang hasilnya tidak rasional. Ada vote sebanyak 162,862  yang rasanya tidak mungkin dilakukan oleh genuine voter. Saya yakin ada pihak yang melakukannya dengan teknik programming. Berikut ini salah satu trik amatir yang bisa dilakukan oleh script python sehingga bisa memasukan voting entri ke dalam voting tersebut. Tulisan dibuat tanpa maksud yang buruk, semata-mata untuk menambah khazanah kelimuan dalm bahasa pemrogramman python.

Dalam script berikut terbagi  dalam 2 bagian. Bagian pertama melakukan aksi GET untuk mendapatkan cookie yang diset. Lalu bagian selanjutnya melakukan POST dengan data yang dikehendaki.

Ketika anda jalankan script berikut, maka PILIHAN KE-3 akan bertambah 1 pemilih (maaf bukan kampanye ya :-)...)


Thursday, February 27, 2014

Database Kewilayahan RI dari Propinsi sampai Desa

Bagi yang membutuhkan data secara hirarki kewilayan dari mulai Propinsi sampai desa silahkan kunjungi git server:

https://bitbucket.org/tatataufik/indodata.git


Wednesday, January 15, 2014

Widget/Gadget: Survey Pilpres 2014

Blogger/Blogspot

1. Login ke blogger.com dengan account anda.
2. Klik "Tata Letak"  > "Tambahkan Gadget"
3. Pilih "Tambahkan milik anda"
4. Masukan URL http://www.dssoft247.com/pilpres_gadget.xml

 Web Sendiri

1. Edit html di web anda sehingga mengandung kode berikut:


Monday, January 13, 2014

Widget/Gadget: Survey Pilleg 2014

Blogger/Blogspot

1. Login ke blogger.com dengan account anda.
2. Klik "Tata Letak"  > "Tambahkan Gadget"
3. Pilih "Tambahkan milik anda"
4. Masukan URL http://www.dssoft247.com/pilleg_gadget.xml

 Web Sendiri

1. Edit html di web anda sehingga mengandung kode berikut:


Wednesday, June 5, 2013

"Kursi Panas" yang Membuat "Panas"

Di penerbangan AirAsia terdapat istilah "Hot Seat" atau "Kursi Panas" untuk penamaan tempat duduk dalam pesawat nomor 1-5, 12 dan 14. Barangkali ada yang bertanya kenapa disebut "Hot Seat", penulis sendiri tidak tahu pasti apa latar belakang penamaanya. Istilah tersebut bukan istilah standar di penerbangan akan tetapi istilah yang dibuat oleh maskapai AirAsia mungkin salah satu upaya marketing dari brand mereka. Seperti kita ketahui AirAsia adalah perusahaan yang cukup kuat dalam hal branding. Sebenarnya tidak ada hal yang sangat istimewa ketika kita dapat "Hot Seat", hanya saja kita mendapat prioritas saat boarding saja. Kisah berikut merupakan pengalaman pribadi yang berhubungan dengan "Hot Seat" supaya bisa diambil pelajaran.

Suatu hari kami sekeluarga hendak mempergunakan keistimewaan boarding lebih dulu karena kebetulan kami mendapatkan "Hot Seat". Rupanya oleh beberapa orang penumpang disalahpahami bahwa kami tidak mengikuti antrian. Sehingga kami dibentak dengan suara sangat keras yang seumur hidup tidak pernah mengalaminya. Alhamdulillah kami merasa lega setelah petugas kounter boarding membela kami bahwa memang pemilik nomor "Hot Seat" berhak boarding terlebih dahulu. Setelah itu, si pembentak tidak berkata apa-apa lagi. Mungkin juga dia merasa malu, ternyata kami yang dibela. Walaupun dengan perasaan yang tidak enak setelah dibentak, kami putuskan untuk tidak melayani amarah orang tersebut.

Pelajaran yang bisa diambil:
1. Sebelum anda mengeluarkan amarah kepada pemotong antrian, terlebih dahulu tanya kenapa barangkali ada keperluannya.
2. Berbaik sangkalah pada orang, lebih baik melakukan tabayyun atau cross check daripada emosi mendahului.

Kami mempergunakan keistimewaan ini karena anak kami yang masih balita belum paham akan keharusan mengantri. Satu dua menit sangat berharga, sebelum dia membuat keributan. Kami sendiri berusaha menanamkan nilai-nilai yang baik seperti kebiasaan mengantri namun waktu itu situasinya anak kami sudah bete duluan karena pesawatnya delay 1 jam.




Friday, February 22, 2013

Mengemas Trigonometri secara Menyenangkan



Tulisan ini terinspirasi dari nostalgia penulis saat masa usia kelas 5 SD ketika tayangan-tayangan pendidikan TPI mulai diluncurkan. Ini juga merupakan refleksi kerinduan akan akan tampilnya tayangan-tayangan bermuatan pendidikan. Pada salah satu seri tayangan pendidikan ditayangkan sekelompok anak yang sedang mengaplikasi pelajaran trigonometri untuk mengukur ketinggian Monumen Nasional (Monas). Tayangan itu sangat berkesan dan menginspirasi penulis untuk menyenangi pelajaran matematika yang sering menjadi momok bagi kebanyakan teman-teman yang lain.

Timbullah keinginan untuk memberikan pengalaman yang sama kepada remaja mesjid At-Taubah melalui kegiatan rihlah ilmiah berjudul "Fun Activity: Mengukur Ketinggian Monas", yang insya ALLAH akan dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2013. Kegiatan akan dikemas dengan suasana permainan yang menyenangkan akan tetapi sebenarnya sedang belajar ilmu terapan dari pelajaran "Trigonometri". Untuk menyelesaikan misi pengukuran tinggi Monas, tidak diperlukan penggunaan rumus-rumus yang rumit. Peserta hanya dituntut untuk bisa melakukan pengukuran dengan busur dan penggaris serta mempunyai kemampuan perkalian/pembagian sederhana. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong peserta untuk melakukan hal-hal yang kreatif pasca kegiatan rihlah.

Hal yang pertama adalah membuat clinometer menggunakan busur, pensil, benang, solatape dan bolpen seperti tertera pada gambar berikut.
Peserta dilengkapi dengan smartphone android yang pada umumnya sudah dilengkapi perangkat GPS. Lalu peserta diminta untuk menginstall aplikasi "Distance Finder" dari DsSoft yang bisa didownload di "Android Market" (https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dssoft.distancefinder).

Dengan aplikasi tersebut, peserta akan dengan mudah mengukur berapa jarak dari tempat pengukuran sudut elevasi ujung Monas dengan bagian tengah dari Monas.

Setelah kedua ukuran sudut elevasi ujung Monas dan jarak terhadap tempat pengukuran diketahui. Peserta diminta untuk menggambar model segitiga siku-siku dari hasil pengukuran sesuai skala yang ditentukan, contohnya 1:1500 (1 cm mewakili 15 m). Tinggi monas didapat dari tinggi di model dikalikan skala yang dipilih.

Worksheet dari misi pengukuran tinggi Monas bisa didownload di alamat berikut:

Worksheet: Pengukuran Tinggi Monas

Disclaimer: Worksheet diperbolehkan untuk dipergunakan oleh siapa saja dengan mencantumkan sumber asalnya, yakni blog http://tata-taufik.blogspot.com atau http://dssoft247.blogspot.com.