Friday, February 22, 2013

Mengemas Trigonometri secara Menyenangkan



Tulisan ini terinspirasi dari nostalgia penulis saat masa usia kelas 5 SD ketika tayangan-tayangan pendidikan TPI mulai diluncurkan. Ini juga merupakan refleksi kerinduan akan akan tampilnya tayangan-tayangan bermuatan pendidikan. Pada salah satu seri tayangan pendidikan ditayangkan sekelompok anak yang sedang mengaplikasi pelajaran trigonometri untuk mengukur ketinggian Monumen Nasional (Monas). Tayangan itu sangat berkesan dan menginspirasi penulis untuk menyenangi pelajaran matematika yang sering menjadi momok bagi kebanyakan teman-teman yang lain.

Timbullah keinginan untuk memberikan pengalaman yang sama kepada remaja mesjid At-Taubah melalui kegiatan rihlah ilmiah berjudul "Fun Activity: Mengukur Ketinggian Monas", yang insya ALLAH akan dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2013. Kegiatan akan dikemas dengan suasana permainan yang menyenangkan akan tetapi sebenarnya sedang belajar ilmu terapan dari pelajaran "Trigonometri". Untuk menyelesaikan misi pengukuran tinggi Monas, tidak diperlukan penggunaan rumus-rumus yang rumit. Peserta hanya dituntut untuk bisa melakukan pengukuran dengan busur dan penggaris serta mempunyai kemampuan perkalian/pembagian sederhana. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong peserta untuk melakukan hal-hal yang kreatif pasca kegiatan rihlah.

Hal yang pertama adalah membuat clinometer menggunakan busur, pensil, benang, solatape dan bolpen seperti tertera pada gambar berikut.
Peserta dilengkapi dengan smartphone android yang pada umumnya sudah dilengkapi perangkat GPS. Lalu peserta diminta untuk menginstall aplikasi "Distance Finder" dari DsSoft yang bisa didownload di "Android Market" (https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dssoft.distancefinder).

Dengan aplikasi tersebut, peserta akan dengan mudah mengukur berapa jarak dari tempat pengukuran sudut elevasi ujung Monas dengan bagian tengah dari Monas.

Setelah kedua ukuran sudut elevasi ujung Monas dan jarak terhadap tempat pengukuran diketahui. Peserta diminta untuk menggambar model segitiga siku-siku dari hasil pengukuran sesuai skala yang ditentukan, contohnya 1:1500 (1 cm mewakili 15 m). Tinggi monas didapat dari tinggi di model dikalikan skala yang dipilih.

Worksheet dari misi pengukuran tinggi Monas bisa didownload di alamat berikut:

Worksheet: Pengukuran Tinggi Monas

Disclaimer: Worksheet diperbolehkan untuk dipergunakan oleh siapa saja dengan mencantumkan sumber asalnya, yakni blog http://tata-taufik.blogspot.com atau http://dssoft247.blogspot.com.

Tuesday, February 19, 2013

Rihlah Ilmiah: Mengukur Ketinggian Monas


Saturday, January 26, 2013

AirAsia Branding Phenomenon

Salah satu kunci kesuksesan airline AirAsia itu di aspek branding. Image sebagai sebuah airline dengan tiket murah atau disebut low cost airline dikenal oleh konsumen secara luas. Warna merah menyala untuk pesawat dan seragam awaknya sangat mudah diidentifikasi oleh konsumen. Sampai-sampai seorang kawan menyatakan di fikirannya kalau warna merah berasosiasi dengan 2 hal: mobil Ferrari dan AirAsia. Belum lagi berbagai merchandise diproduksi untuk promosi brand AirAsia: mulai dari t-shirt, topi, gantungan kunci sampai model pesawat.

Berikut merupakan foto yang penulis ambil dari event acara Mabit Remaja.
Ketika di awal acara peserta yang usianya SD-SMP diminta untuk membuat sesuatu dari sebuah kertas: ada yang membuat kapal laut dan kebanyakan membuat pesawat. Setiap karyanya diberi nama sesuai imaginasi peserta. Ada yang membuat kapal laut bernamakan "Titanic". Yang menarik perhatian penulis, adalah sebuah pesawat kertas bertuliskan "AirAsia" satu sisi dan "Pesawat Terbang" di sisi lain. Namun sayang anak yang membuatnya tidak diketahui sampai sekarang. Ya si pembuat pesawat kertas itu mengasosiasikan "Pesawat Terbang" dengan "AirAsia", kenapa bukan airline lain? Padahal dibanding airline lain airasia bisa dibilang airline yang baru dibandingkan airline lain yang telah lebih lama melanglangbuana. Ya, bisa jadi ini contoh kecil suksesnya branding "AirAsia"

Friday, January 25, 2013

Seminar Motivasi & MABIT Remaja At-Taubah


Alhamdulillah pelaksanaan seminar Dan MABIT remaja Mesjid At-Taubah telah selesai dilaksanakan Tanpa halangan yang berarti. Para peserta yang berjumlah sekitar 30 orang tampak antusias mengikuti seminar. Pesan utama yang disampaikan bahwa hidup adalah pilihan pilihlah jalan yang baik, lalu berusaha dengan baik dan tidak curang, senantiasa berhati-hati, serta selalu dekat dengan Allah.

Ibu-Ibu turut mendukung jalannya acara di belakang, bakar sate, bakar jagung dan menyiapkan nasi kuning.

Selanjutnya, peserta putra sekitar 18 orang turut serta dalam MABIT. Pada pukul 3.30 dinihari mereka dibangunkan untuk melaksanakan qiyamul lail. Yang paling mengharukan yakni shalat qiyamul lail juga diikuti oleh peserta cilik yang masih berusia sekitar 6 tahun. Para peserta termasuk yang cilik mengikuti shalat 11 rakaat sampai selesai.

Mudah-mudahan acara ini menjadi salah satu wasilah peserta untuk menggapai cita-citanya. Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan kenyataan esok adalah mimpi hari ini.

Atas nama panitia, kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung acara ini baik secara moril maupun materil.

Wednesday, January 23, 2013

Jum'at Malam vs Malam Jum'at

Sebagian besar orang Indonesia mengerti  perbedaan makna "Malam Jum'at" dan "Jum'at Malam". Hal ini bukan sekedar personalan DM atau MD dalam tata bahasa Indonesia, akan tetapi memiliki makna berbeda. Jadi kalau malam Jum'at itu waktu setelah terbenam matahari pada hari kamis sampai terbit matahari keesokan harinya. Sedangkan Jum'at malam artinya waktu setelah terbenam matahari pada hari Jum'at sampai tengah malam. Sehingga malam Jum'at bisa dikatakan juga Kamis malam dan Jum'at malam diartikan malam Sabtu.

Walaupun sebagian besar kita tahu makna perangkaian kata malam di depan atau di belakang kata hari. Akan tetapi mungkin banyak yang tidak faham asal-usulnya. Kalau menurut hemat penulis hal itu disebabkan penggunaan kalender Hijriyah dan Masehi. Dalam kalender Hijriyah sebuah hari dimulai dari terbenam matahari, sedangkan dalam kalender Masehi sebuah hari dimulai pada tengah malam. Sehingga pada saat terbenam matahari hari Kamis, hari Jum'at telah masuk menurut kalender Hijriyah sehingga disebut sebagai malam Jum'at. Sedangkan menurut kalender Masehi saat tersebut masih hari Kamis, sehingga disebut Kamis malam.

Bagi anda yang memiliki hp Android anda bisa meng-install applikasi widget pengingat tanggal Hijriyah. Silahkan download di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dssoft.hijriyahwidget


Tuesday, January 22, 2013

Tata Cara Pasang Hijriyah Widget (Android 2.3/Gingerbread)

1. Download dan install "Hijriyah Widget"

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dssoft.hijriyahwidget

2. Tekan selama 5 detik di daerah kosong di homescreen anda, menu berikut akan muncul


2. Pilih Widget >  Hijriyah Widget

 3. Pilih setting "MABIMS" untuk kriteria pemerintah, "Wujudul Hilal" untuk kriteria Muhammadiyah.
4. Tempatkan di homescreen

Monday, January 21, 2013

Negeri yang Benar

Sebelum hijrah ke Madinah, ada beberapa gelombang kaum muslimin hijrah ke Habasyah untuk menghindari tekanan yang luar biasa berat dari orang kafir Quraisy di Mekah. Salah satu rombongan dipimpin oleh Ja'far bin Abi Thalib. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam memerintah Ja'far untuk hijrah ke suatu negeri yang "benar" sembari menunjuk ke arah Habasyah (Ethiopia).

Menarik sekali pernyataan Rasullah mengenai negeri yang "benar" ini. Di mana faktanya negeri tersebut dipimpin oleh raja yang notabene beragama non-Islam, yakni Nashrani. Adalah benar Rasulullah mendapatkannya dari wahyu dan di masa-masa selanjutnya raja tersebut, yakni Raja Najasyi akhirnya memeluk ke dalam agama Islam. Sehingga menyiratkan bahwa ada negeri yang "benar" pengurusannya dan tidak benar. Dan hal ini tidak terkait langsung dengan ideologi yang dianut. Kita bisa mendapatkan sebuah negeri yang dipimpin atau mayoritas non-muslim tapi "benar" dalam mengelolanya. Kebersihan dan Ketertiban terjaga, penegakan hukum berjalan baik, tingkat korupsi rendah dan pendidikan sangat baik. Terdapat pula negeri yang dipimpin dan mayoritas orang Islam tapi tidak "benar" dalam pengelolaanya, kebersihan dan ketertiban tidak terkelola baik, penegakan hukum rendah, tingkat korupsi merajalela dan juga kualitas pendidikannya tertinggal dari negara lain. Sehingga ada ungkapan yang terkenal bahwa, "Islam tertutupi oleh umat muslimin itu sendiri"

Dalam sirah nabawiyah, bisa didapati bagaimana sesuatu hal itu dikelola dengan benar. Misalnya saja di jaman Rasul ada satu wilayah yang namanya hima. Kalau zaman sekarang mungkin dinamakan cagar alam. Dari daerah tersebut tidak diperbolehkan mengambil pepohonannya dan hewan-hewannya. Sampai-sampai suatu saat Saad bin Abi Waqash ra memukul orang yang melanggar larangan di daerah hima. Ketika ditanya oleh Umar bin Khattab ra, Saad menyatakan bahwa memang Rasulullah memerintahkan begitu. Sementara saat ini daerah yang seharusnya jadi resapan air dibangun villa-villa yang mewah nan megah. Tidak heran kalau terjadilah bencana banjir saat curah hujan tinggi.

Contoh lain ketika seorang petugas pengumpul zakat datang kepada Rasulullah menyatakan sebagian hasil dari zakat dan sebagian lain adalah hadiah. Rasulullah langsung menegur apakah kalau dia tidak menjadi pengumpul zakat tidur-tidur di rumah bakal ada yang memberikan hadiah. Ini menjadi tolok ukur apakah seseorang itu bakal mendapatkan hadiah kalau tidak menduduki jabatan tersendiri. Sehingga perlu diwaspadai kalau seseorang mendapatkan hadiah karena posisi/jabatannya, ditakutkan itu adalah sebuah upaya suap.

Demikian ibrah yang bisa diambil dari rangkaian peristiwa dalam sirah nabawiyah sebagai bahan renungan.