Wednesday, June 5, 2013

"Kursi Panas" yang Membuat "Panas"

Di penerbangan AirAsia terdapat istilah "Hot Seat" atau "Kursi Panas" untuk penamaan tempat duduk dalam pesawat nomor 1-5, 12 dan 14. Barangkali ada yang bertanya kenapa disebut "Hot Seat", penulis sendiri tidak tahu pasti apa latar belakang penamaanya. Istilah tersebut bukan istilah standar di penerbangan akan tetapi istilah yang dibuat oleh maskapai AirAsia mungkin salah satu upaya marketing dari brand mereka. Seperti kita ketahui AirAsia adalah perusahaan yang cukup kuat dalam hal branding. Sebenarnya tidak ada hal yang sangat istimewa ketika kita dapat "Hot Seat", hanya saja kita mendapat prioritas saat boarding saja. Kisah berikut merupakan pengalaman pribadi yang berhubungan dengan "Hot Seat" supaya bisa diambil pelajaran.

Suatu hari kami sekeluarga hendak mempergunakan keistimewaan boarding lebih dulu karena kebetulan kami mendapatkan "Hot Seat". Rupanya oleh beberapa orang penumpang disalahpahami bahwa kami tidak mengikuti antrian. Sehingga kami dibentak dengan suara sangat keras yang seumur hidup tidak pernah mengalaminya. Alhamdulillah kami merasa lega setelah petugas kounter boarding membela kami bahwa memang pemilik nomor "Hot Seat" berhak boarding terlebih dahulu. Setelah itu, si pembentak tidak berkata apa-apa lagi. Mungkin juga dia merasa malu, ternyata kami yang dibela. Walaupun dengan perasaan yang tidak enak setelah dibentak, kami putuskan untuk tidak melayani amarah orang tersebut.

Pelajaran yang bisa diambil:
1. Sebelum anda mengeluarkan amarah kepada pemotong antrian, terlebih dahulu tanya kenapa barangkali ada keperluannya.
2. Berbaik sangkalah pada orang, lebih baik melakukan tabayyun atau cross check daripada emosi mendahului.

Kami mempergunakan keistimewaan ini karena anak kami yang masih balita belum paham akan keharusan mengantri. Satu dua menit sangat berharga, sebelum dia membuat keributan. Kami sendiri berusaha menanamkan nilai-nilai yang baik seperti kebiasaan mengantri namun waktu itu situasinya anak kami sudah bete duluan karena pesawatnya delay 1 jam.




Friday, February 22, 2013

Mengemas Trigonometri secara Menyenangkan



Tulisan ini terinspirasi dari nostalgia penulis saat masa usia kelas 5 SD ketika tayangan-tayangan pendidikan TPI mulai diluncurkan. Ini juga merupakan refleksi kerinduan akan akan tampilnya tayangan-tayangan bermuatan pendidikan. Pada salah satu seri tayangan pendidikan ditayangkan sekelompok anak yang sedang mengaplikasi pelajaran trigonometri untuk mengukur ketinggian Monumen Nasional (Monas). Tayangan itu sangat berkesan dan menginspirasi penulis untuk menyenangi pelajaran matematika yang sering menjadi momok bagi kebanyakan teman-teman yang lain.

Timbullah keinginan untuk memberikan pengalaman yang sama kepada remaja mesjid At-Taubah melalui kegiatan rihlah ilmiah berjudul "Fun Activity: Mengukur Ketinggian Monas", yang insya ALLAH akan dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2013. Kegiatan akan dikemas dengan suasana permainan yang menyenangkan akan tetapi sebenarnya sedang belajar ilmu terapan dari pelajaran "Trigonometri". Untuk menyelesaikan misi pengukuran tinggi Monas, tidak diperlukan penggunaan rumus-rumus yang rumit. Peserta hanya dituntut untuk bisa melakukan pengukuran dengan busur dan penggaris serta mempunyai kemampuan perkalian/pembagian sederhana. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong peserta untuk melakukan hal-hal yang kreatif pasca kegiatan rihlah.

Hal yang pertama adalah membuat clinometer menggunakan busur, pensil, benang, solatape dan bolpen seperti tertera pada gambar berikut.
Peserta dilengkapi dengan smartphone android yang pada umumnya sudah dilengkapi perangkat GPS. Lalu peserta diminta untuk menginstall aplikasi "Distance Finder" dari DsSoft yang bisa didownload di "Android Market" (https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dssoft.distancefinder).

Dengan aplikasi tersebut, peserta akan dengan mudah mengukur berapa jarak dari tempat pengukuran sudut elevasi ujung Monas dengan bagian tengah dari Monas.

Setelah kedua ukuran sudut elevasi ujung Monas dan jarak terhadap tempat pengukuran diketahui. Peserta diminta untuk menggambar model segitiga siku-siku dari hasil pengukuran sesuai skala yang ditentukan, contohnya 1:1500 (1 cm mewakili 15 m). Tinggi monas didapat dari tinggi di model dikalikan skala yang dipilih.

Worksheet dari misi pengukuran tinggi Monas bisa didownload di alamat berikut:

Worksheet: Pengukuran Tinggi Monas

Disclaimer: Worksheet diperbolehkan untuk dipergunakan oleh siapa saja dengan mencantumkan sumber asalnya, yakni blog http://tata-taufik.blogspot.com atau http://dssoft247.blogspot.com.

Saturday, January 26, 2013

AirAsia Branding Phenomenon

Salah satu kunci kesuksesan airline AirAsia itu di aspek branding. Image sebagai sebuah airline dengan tiket murah atau disebut low cost airline dikenal oleh konsumen secara luas. Warna merah menyala untuk pesawat dan seragam awaknya sangat mudah diidentifikasi oleh konsumen. Sampai-sampai seorang kawan menyatakan di fikirannya kalau warna merah berasosiasi dengan 2 hal: mobil Ferrari dan AirAsia. Belum lagi berbagai merchandise diproduksi untuk promosi brand AirAsia: mulai dari t-shirt, topi, gantungan kunci sampai model pesawat.

Berikut merupakan foto yang penulis ambil dari event acara Mabit Remaja.
Ketika di awal acara peserta yang usianya SD-SMP diminta untuk membuat sesuatu dari sebuah kertas: ada yang membuat kapal laut dan kebanyakan membuat pesawat. Setiap karyanya diberi nama sesuai imaginasi peserta. Ada yang membuat kapal laut bernamakan "Titanic". Yang menarik perhatian penulis, adalah sebuah pesawat kertas bertuliskan "AirAsia" satu sisi dan "Pesawat Terbang" di sisi lain. Namun sayang anak yang membuatnya tidak diketahui sampai sekarang. Ya si pembuat pesawat kertas itu mengasosiasikan "Pesawat Terbang" dengan "AirAsia", kenapa bukan airline lain? Padahal dibanding airline lain airasia bisa dibilang airline yang baru dibandingkan airline lain yang telah lebih lama melanglangbuana. Ya, bisa jadi ini contoh kecil suksesnya branding "AirAsia"

Friday, January 25, 2013

Seminar Motivasi & MABIT Remaja At-Taubah


Alhamdulillah pelaksanaan seminar Dan MABIT remaja Mesjid At-Taubah telah selesai dilaksanakan Tanpa halangan yang berarti. Para peserta yang berjumlah sekitar 30 orang tampak antusias mengikuti seminar. Pesan utama yang disampaikan bahwa hidup adalah pilihan pilihlah jalan yang baik, lalu berusaha dengan baik dan tidak curang, senantiasa berhati-hati, serta selalu dekat dengan Allah.

Ibu-Ibu turut mendukung jalannya acara di belakang, bakar sate, bakar jagung dan menyiapkan nasi kuning.

Selanjutnya, peserta putra sekitar 18 orang turut serta dalam MABIT. Pada pukul 3.30 dinihari mereka dibangunkan untuk melaksanakan qiyamul lail. Yang paling mengharukan yakni shalat qiyamul lail juga diikuti oleh peserta cilik yang masih berusia sekitar 6 tahun. Para peserta termasuk yang cilik mengikuti shalat 11 rakaat sampai selesai.

Mudah-mudahan acara ini menjadi salah satu wasilah peserta untuk menggapai cita-citanya. Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan kenyataan esok adalah mimpi hari ini.

Atas nama panitia, kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung acara ini baik secara moril maupun materil.

Wednesday, January 23, 2013

Jum'at Malam vs Malam Jum'at

Sebagian besar orang Indonesia mengerti  perbedaan makna "Malam Jum'at" dan "Jum'at Malam". Hal ini bukan sekedar personalan DM atau MD dalam tata bahasa Indonesia, akan tetapi memiliki makna berbeda. Jadi kalau malam Jum'at itu waktu setelah terbenam matahari pada hari kamis sampai terbit matahari keesokan harinya. Sedangkan Jum'at malam artinya waktu setelah terbenam matahari pada hari Jum'at sampai tengah malam. Sehingga malam Jum'at bisa dikatakan juga Kamis malam dan Jum'at malam diartikan malam Sabtu.

Walaupun sebagian besar kita tahu makna perangkaian kata malam di depan atau di belakang kata hari. Akan tetapi mungkin banyak yang tidak faham asal-usulnya. Kalau menurut hemat penulis hal itu disebabkan penggunaan kalender Hijriyah dan Masehi. Dalam kalender Hijriyah sebuah hari dimulai dari terbenam matahari, sedangkan dalam kalender Masehi sebuah hari dimulai pada tengah malam. Sehingga pada saat terbenam matahari hari Kamis, hari Jum'at telah masuk menurut kalender Hijriyah sehingga disebut sebagai malam Jum'at. Sedangkan menurut kalender Masehi saat tersebut masih hari Kamis, sehingga disebut Kamis malam.

Bagi anda yang memiliki hp Android anda bisa meng-install applikasi widget pengingat tanggal Hijriyah. Silahkan download di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dssoft.hijriyahwidget


Tuesday, January 22, 2013

Tata Cara Pasang Hijriyah Widget (Android 2.3/Gingerbread)

1. Download dan install "Hijriyah Widget"

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dssoft.hijriyahwidget

2. Tekan selama 5 detik di daerah kosong di homescreen anda, menu berikut akan muncul


2. Pilih Widget >  Hijriyah Widget

 3. Pilih setting "MABIMS" untuk kriteria pemerintah, "Wujudul Hilal" untuk kriteria Muhammadiyah.
4. Tempatkan di homescreen